Ini adalah evaluasi serikat pekerja terhadap pidato penundaan THR tahun ini

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Federasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan jika akan memberikan sambutan tentang uang muka pembayaran 50% hari raya (THR) atau penundaan pemberian THR, pihaknya akan menentang. –Meski omzet dan keuntungan bisnis menurun akibat virus corona.

“Buruh berkeberatan membayar 50% THR (uang muka) karena THR itu hak bekerja. Ketua Komunikasi dan Media KSPI Kahar S. Cahyono mengatakan Kamis (26/3):” Pengusaha harus Siapkan dana THR terlebih dahulu. Baca: Presiden dan Perdana Menteri Singapura Ucapkan Belasungkawa Kepada Ibu Jokovy Atas Meninggalnya Jokowi-Baca: 360 Pelaku Masker Anti Maling dan Alat Kesehatan Ditangkap di RSUD Peralaran, dan Satu ASN Ditangkap– -KSPI memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah agar para pengusaha tetap bisa memberikan THR meski dalam kondisi saat ini.Mereka dihimbau untuk memberikan insentif kepada pemerintah untuk diterapkan ke sektor pariwisata, ritel dan lainnya yang terkena dampak agar bisa terimbas korona. Selamat dari pandemi. Dia berkata: “Ini seperti yang terjadi di Inggris. Di sisi lain, ini akan membantu dunia bisnis, karena beberapa upah pekerja disubsidi oleh pemerintah. “-Seperti yang kita ketahui bersama, dalam 1,5 bulan ke depan, pengusaha pasti sudah menanggung kewajiban membayar upah libur karyawan (THR). Undang-Undang Ketenagakerjaan (UU) Nomor 13 Tahun 2003 mengatur hal tersebut. – DPD Ketua Himpunan Pengusaha Adat (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang (Sarman Simanjorang) mengatakan, dalam lingkungan ekonomi yang terpapar virus Corona (Covid-19) seperti ini, THR akan memberikan wirausaha khususnya UMKM. Dan skala beberapa industri padat karya membawa beban. Karena penurunan tajam dalam omset dan keuntungan, kewajiban untuk memberikan upah dan THR tidak dapat dihindari.

“Wajar bagi karyawan atau karyawan untuk mengharapkan THR diterima sepenuhnya. Tetapi untuk perusahaan saat ini, ini tidak normal. Sarman mengatakan, Rabu (25/3). Sarman menanggapi hal ini: Pengusaha berharap pemerintah (dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan) bisa memberikan solusi berupa kebijakan khusus untuk mitigasi. Beban Pengusaha .

Baca: Kompetisi Kerja Harian Dendi Santoso: Main PlayStation untuk Jaga Burung

“Kalau pengusaha tidak memberikan THR sama sekali atau hanya bisa memberi 50% misalnya, pasti ada pilihan Betul, kalau bisa ditunda sampai status keuangan perusahaan diumumkannya. ——Dinar Titus Jogaswitani (Dinar Titus Jogaswitani), Direktur Gaji Dirjen, Administrasi Umum Hubungan Kerja dan Pembinaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK), Dinard Kamis (26/3) ) Kepada Kantan, “Pihaknya masih membahas masalah ini.” “Wajib kita buat bersama dengan pengawas dan firma hukum.” – Sebagai rujukan, pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang masa darurat Virus Corona hingga 29 Mei 2020 Sampai hari ini. Seperti yang kita ketahui bersama, hari raya Idul Fitri diperkirakan jatuh pada tanggal 23-24 Mei 2020.

Seperti kita ketahui bersama, pemerintah memberikan berbagai langkah stimulus untuk mendukung dunia usaha, daya beli masyarakat dan penanggulangan virus corona. Seperti stimulasi pertama dan stimulasi kedua.

Berita ini disiarkan di KONTAN dengan tajuk utama: Pidato THR akan ditunda tahun ini, kata aliansi itu

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon