Negara-negara “zona euro” menghadapi krisis ekonomi terburuk setelah kemunduran triwulanan terburuk

Jakarta TRIBUNNEWS.COM, reporter Tribunnews Fitri Wulandari-Zona Euro mengalami kontraksi terburuk dalam sejarah, karena data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa PDB daerah pada kuartal pertama ( GDP) turun 3,5%. Dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun lalu, 2020.

Dari Januari hingga Maret, output ekonomi 19 negara menggunakan euro turun 3,8%.

Seperti yang ditunjukkan Eurostat, “Ini adalah penurunan terbesar sejak zona euro. Agensi mengatakan itu dimulai dari seri waktu yang dimulai pada 1995.

Ini adalah kuartal kedua Tren penurunan ini akan semakin dalam, karena sebagian besar wilayah di kawasan ini telah mengadopsi langkah-langkah blokade untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) pada bulan April.

Baca: HM Sampoerna Cigarette Factory 2 in Covid-19 Setelah karyawan aktif, 100 orang tanpa pendamping ditutup, halaman kota Rusia Toda Jumat (1/5/2020), data menunjukkan bahwa setelah resesi di Italia, PDB negara itu turun pada kuartal pertama tahun 2020 Ini 4,7%. PDB Belgia juga turun 3,9% dan Austria turun 2,5%. Pejabat keuangan lokal juga mengatakan bahwa ekonomi negara naik menjadi -2% dari perkiraan dunia 1,1% dari 1,1% pada Januari. Resesi terburuk sejak perang. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— Mengatakan pada konferensi pers bahwa zona euro memang menghadapi kontraksi ekonomi terbesar dan tercepat yang pernah ada. Kontraksi PDB akan antara 5% dan 12%.

Bank Sentral Eropa mengatakan sedang berupaya untuk menjaga suku bunga rendah.

Namun demikian, karena zona euro saat ini menghadapi depresiasi euro, jika perlu Ia juga bersiap untuk meningkatkan rencana stimulus untuk mengelola dampak Krona. Krisis ekonomi yang serius.-Eurostat menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pada Maret 2020 naik dari 7,3% pada Februari menjadi 7,4%.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon