Wakil Presiden (PHRI) Maulana Yusran (Maulana Yusran): Belum tentu lahir kembali

Hotel Indonesia Jakarta (TRIBUNNEWS)

Diamini Maulana Standar baru ini berarti tatanan hidup baru yang memberikan kesepakatan kesehatan. Artinya, kehidupan manusia di Indonesia akan banyak mengalami hambatan di masa depan. Banyak aktivitas di industri perhotelan yang melibatkan pergerakan manusia, dan banyak orang berkumpul di sini. Di TKP, “kata Maulana, Rabu (27/5).

Baca: Mantan Menteri Susi Pudjiastuti akan menyumbangkan seluruh keuntungan yang didapat dari penjualan kaos kepada-

— Berikut petikan wawancara komprehensif Tribune dengan Maulana. Bagaimana menurut Yusran PHRI menanggapi normal baru pemerintah? Selama ini belum ada obat atau vaksin, dan banyak pekerjaan yang sudah dilakukan, misalnya Blokade dan kelola PSBB PS-16 di berbagai wilayah Lihatlah realitas dampak sosial yang ditimbulkan oleh Covid.

Itu berlangsung kurang dari satu atau dua minggu, dan sudah hampir tiga bulan, ini di Indonesia dan dunia. Ini sangat serius. Dampaknya karena tekanan ekonomi.

Bagaimana kondisi tekanan ekonomi? Padahal, jika ingin menyelesaikan masalah, negara memiliki kewajiban untuk mengatasinya. Kewajiban yang tidak bisa dipenuhi karena pembatasan di atas adalah milik kita Normal baru ini harus dihadapkan pada kehidupan normal.

Harus ada kehidupan normal baru. Hidup berdampingan dengan Covid-19 sesuai kewenangan Presiden Jokowi. Untuk berwisata, masyarakat harus memiliki izin. Jika ingin masuk Mall harus ada prosedurnya, jadi masyarakat diimbau untuk tidak keluar sama sekali.

Baca: Bekerjasama mendirikan pabrik produksi, Irwansyah mengaku menerima 15% persediaan d’Wawan – Mungkin ke depan dalam kondisi normal baru, kami hanya Keluarlah hanya bila diperlukan. Oleh karena itu, lebih baik sering-sering tinggal di rumah. Kuncinya ada, bukan ekspektasi meredakan tekanan ekonomi saat ini.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon