Hidayat Nur Wahid: Kementerian Agama harus menambah anggarannya untuk realokasi dana dan hibah internet

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia Hidayat Nur Wahid (Hidayat Nur Wahid) mengimbau Kementerian Agama meningkatkan alokasi anggaran guna memberikan dukungan kepada masyarakat di bawah naungan Kementerian Agama. Bencana Covid-19. -Terutama untuk mensubsidi Internet dan kredit siswa, siswa, guru, dan dosen di Kementerian Agama. Seperti yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hal ini perlu dilanjutkan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merealokasi alokasi anggaran untuk siswa, siswa, guru, dan guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp9 triliun. Menurut dia, rencana redistribusi anggaran Kementerian Agama senilai 1,5 triliun rupee yang diajukan Menteri Agama masih berpeluang meningkat. Di saat yang sama, kita harus memperjuangkan kuota subsidi bagi mahasiswa, guru, mahasiswa dan dosen yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Mereka juga terkena COVID-19. Mahasiswa, mahasiswa, guru, dan dosen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga terkena Covid-19. Mereka mendapat dana internet sebesar Rp 9 triliun. Agama harus memperjuangkan keadilan dalam anggaran pendidikan ini. Kementerian Agama tidak ada Covid-19. Masih di atas Rp 2 triliun. Pada 2019 angkanya mencapai Rp 2,5 triliun, dan tahun 2018 hampir mencapai Rp 5 triliun. Jika terjadi pandemi maka angka penyerapan akan turun. — Terlihat dari semester I tahun 2020 realisasi anggaran hanya mencapai 38% dari total anggaran Kementerian Agama. Selain itu, Kementerian Agama harus menambah surplus rupee sebesar US $ 1,5 triliun dari anggaran Korea Utara, karena tidak ada jemaah haji yang bepergian tahun ini, dan sebagian dari biaya haji yang dikeluarkan akan ditanggung oleh BPKH dan diserap pada akhir tahun.Oleh karena itu paling baik pada kuartal ketiga. Meningkatkan redistribusi bantuan kepada masyarakat dan tunjangan sosial, dan menyediakan Internet / hibah kredit untuk siswa, siswa, guru, dan guru dari Kementerian Agama. .

Ia mencontohkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mendapat alokasi anggaran 7 rupiah, alokasi kuota 2 triliun rupiah, dan tambahan alokasi profesi 1,7 triliun rupiah. Menurutnya, peningkatan bansos, redistribusi tunjangan, dan berbagai bentuk subsidi pada triwulan III penting bagi Kementerian Agama, karena hal ini untuk menghindarkan Indonesia dari resesi. Realokasi belanja barang non niaga yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat, ā€¯ujarnya. -Kementerian Agama meneruskan 1,5 triliun rupiah pada rapat kerja yang digelar dengan Panitia Kedelapan DPR-RI, Rabu (2/9). Rencana redistribusi anggaran. Individu-individu berpenghasilan tinggi meminta Kementerian Agama untuk meningkatkan nilai redistribusi, dan fokus membantu masyarakat, serta mengabaikan komentar-komentar yang menyebabkan kerusuhan seperti sertifikasi keluarga yang ditimbulkan, tetapi ditolak. Orang-orang dari semua lapisan masyarakat berpartisipasi di dalamnya dan tidak beragama Rencana kerja prioritas kementerian.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon