Ngobras membahas dinamika dan tantangan polisi dengan mantan Wakil Kapolri Nanan Soekarna

TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Pembicara Musyawarah Rakyat Indonesia, dan Wakil Direktur Utama Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2011-2013, Komjen Pol (dievakuasi) Nanan Soekarna ) Membahas motivasi dan tantangan yang menjadikan Polri lebih profesional, modern, dan modern. Tersedia di kanal pos Bamso dan YouTube Ngompol. Pada tahun 1978, alumnus tertinggi Akademi Kepolisian dan pemenang Adi Makayasa ini memaparkan tugas dan peran polisi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 tentang Kepolisian tahun 2002 yang biasanya meliputi perlindungan, perlindungan dan pengabdian kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban umum; Penegakan hukum;

“Gelombang reformasi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 membagi TNI dan Polri (dahulu satu kesatuan) menjadi dua bagian yang terpisah, masing-masing menjadi bagiannya masing-masing. Panglima (Panglima TNI dan Kapolri)” TAP MPR n ° VI / MPR / 2000 yang memisahkan TNI dari Polri, dan TAP MPR No. VII / MPR / 2000 yang memisahkan TNI dari Polri, secara hukum menetapkan dasar konstitusional pemisahan polisi dari TNI. Dan peran kepolisian, ”ujarnya. Bamsoet dan Nanan Soekarna dari Channel Bamsoet, studio YouTube NammongPodcast (Ngomong Politik), digelar di Jakarta, Sabtu (17/10/20).

Ketua Umum PD ke-20 Republik Demokratik Rakyat RI menjelaskan Atas dasar dua TAP MPR tersebut, Presiden Gus Dur merealisasikan pemisahan TNI dan Polri sesuai dengan Ketetapan Dewan Presiden Nomor 89 Tahun 2000 tentang Kedudukan Polri. 2002 Pada tahun yang sama, pemerintah dan DPR mengesahkan UU No 2/2002 tentang Polri dan UU n ° 3/2002 tentang pertahanan negara. Pada saat yang sama, UU TNI baru disahkan pada tahun 2004. 34/2004.

“Seperti tahun 1946 sampai Pada tahun 1959, ia dikembalikan langsung ke presiden agar polisi lebih tegas. Tetapi ini tidak berarti bahwa semuanya baik-baik saja. Sebaliknya, Pori menghadapi berbagai tantangan. Permasalahan tersebut, seperti mentalitas aparat yang memalukan, hingga rasa keadilan di masyarakat tidak dapat terpenuhi. Namun berkat berbagai kerja praktek, Polri telah mampu mengatasi permasalahan tersebut. Dalam survei hukum dan ketertiban yang diselenggarakan oleh Gallup Organization pada 2018, Indonesia menempati peringkat ke-9 negara teraman di dunia. Di antara 148.000 responden di 142 negara / wilayah, hampir 69% menilai Polri memiliki kemampuan untuk menjamin keselamatan Indonesia. -Ini tidak berarti polisi nasional bisa berpuas diri. Banyak masalah pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan. Kami akan segera menghadapi pilkada serentak pada tahun 2020. Karena pilkada, Pori harus bisa berperan menjaga keutuhan bangsa yang pecah, ”jelas Bamsue.

Wapres Pemuda Pancasila Saya sependapat dengan Nan’an bahwa calon anggota Polri harus bersikap humanistik. Polisi bukan lagi waktunya untuk mengedepankan kekuatan senjata untuk menjaga keamanan, ketertiban dan perlindungan masyarakat. “Polri, kepercayaan masyarakat kepada Polri akan terus berlanjut. Enhance, “pungkas Bamsoet.

Seberapa seru percakapan Bamsoet dengan Nanan Soekarna? Kenapa Polri masih dituding membasmi demonstrasi anarkis? Di akun Youtube channel Bamsoet, kalian bisa menontonnya secara utuh di podcast Ngobras Ngompol Semua konten.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon