Hannover: Menag tidak perlu takut pada kaum homoseksual dan aktivis muda masjid

TRIBUNNEWS.COM-Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR) menyayangkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang kembali meresahkan umat. Dengan kata lain, pernyataan ketakutan terhadap Hafid muda (pelayat “Alquran”) adalah “sangat tampan”, dalam bahasa Arab, dan dia menyebutnya sebagai pintu untuk menyebarkan aktivisme di masjid.

“Pernyataan ini tidak perlu. Apalagi di Indonesia, jumlah korban Covid-19 dan masalah moral semakin meningkat.” Menteri Agama harus berterima kasih kepada kaum muda yang telah aktif menyambut para imigran ke kerumunan cantik yang berbahasa Arab. Khususnya Al-Hafidh Alquran yang menyejahterakan masjid dan mau merawat masjid, ”ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat. Masjid lebih sejahtera dan tidak terjangkit penyakit masyarakat, sehingga rela aktif. Muslim moderat yang hadir di masjid. Menurutnya, pintu inilah yang melaluinya aktivisme menyebar ke seluruh masjid. Perkembangan rasa saling curiga di dalam jemaah masjid, bahkan ketakutan anak muda pergi ke masjid. Akhirnya, mereka kembali ke masjid. Lingkungan yang destruktif, jauh dari semangat positif masjid.

Wakil Ketua Panitia Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, jika Mendiknas bisa lebih sejalan dengan tugas pokoknya, dukungan agama kaum muda aktif sesuai dengan keyakinan agamanya. Masjid atau tempat ibadah lainnya. Dan mengajak semua orang (tidak hanya yang pergi ke masjid) untuk bersikap lembut, toleran, cinta tanah air dan negara, dan Ramadhan Lalamin, bukan fobia anak muda yang aktif di masjid. Xi Dayat mengatakan bahwa dengan semangat ini, mereka akan menemukan lingkungan yang konstruktif yang jauh dari kejahatan atau kegiatan yang merusak dan tidak bermoral, misalnya seorang pedofil, seorang lelaki tua dari Perancis, terbunuh beberapa waktu lalu. 305 anak Indonesia tewas. Atau para aktivis LGBT yang kembali menggelar ratusan pertemuan gay di Jakarta kemarin. “Kedua kelompok ekstrimis itu pada dasarnya mengulangi kejahatan yang jelas-jelas melanggar hukum dan ajaran agama serta merusak moral bangsa. Inilah pilar yang menjamin kelangsungan hidup bangsa, “ujarnya. Mendorong terpeliharanya akhlak bangsa dan meningkatkan kehidupan beragama di Indonesia. -Mendag harus lantang bicara tentang hal-hal yang merongrong moral bangsa. Jangan diam. Ia harus serius mencontoh seorang muslim yang moderat. Dia adalah Rahmatan lil alamin.Tampaknya tidak ada rasa takut akan munculnya anak-anak muda cantik yang bisa berbahasa Arab, dan Hafid (pembacaan Alquran) yang membantu masjid tumbuh subur dan merawat masjid tampaknya menjadi generasi penerus penyelamat masjid. People. Negara dengan perilaku moral dan agama yang moderat dan Ramadhan Lille Alamin », pungkasnya.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon