Terobosan inovatif diperlukan untuk menghindari resesi ekonomi

TRIBUNNEWS.COM-Guna menghindari resesi ekonomi, pemerintah harus melakukan terobosan-terobosan inovatif di bidang ekonomi. Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia Lestari Moerdijat mengatakan: “Anda bisa memanfaatkan peluang di banyak sektor yang masih cenderung tumbuh. Pernyataan tertulis, Kamis (6/8). –Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) Republik Indonesia triwulan II tahun 2020 minus 5, hingga 32%.

panggilan Lestari Rerie menjelaskan, – –Dalam kondisi saat ini, perlu dirumuskan kebijakan untuk melepaskan sebanyak mungkin peluang yang potensial untuk menghilangkan ancaman krisis ekonomi. Rti NasDem, banyak wilayah pertumbuhan yang telah diperbaiki.Misalnya, empat sektor mengalami pertumbuhan negatif, yaitu sektor industri ( -6,19%), sektor perdagangan (-7,57%), industri konstruksi (-5,39%) dan industri pertambangan (-2,72%). Rerie menambahkan selama periode ini beberapa industri telah mencapai pertumbuhan yang positif. Termasuk pertanian 2,19%, informasi dan komunikasi 10,88%, dan jasa keuangan 1,03%. Guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam hal di mana setiap orang perlu menjaga jarak untuk menghindari penyebaran Covid-19, Rerie percaya bahwa yang terbaik Cara pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Rerie menekankan bahwa pertumbuhan positif telah dicapai di sektor pertanian. Kebijakan yang dapat merangsang sektor pertanian dalam negeri harus segera dilaksanakan.

“Peningkatan konsumsi produk pertanian lokal dapat mendorong ekonomi Nasional. Karena sektor pertanian merupakan salah satu sumber pangan yang dibutuhkan banyak orang, ”kata Rerie, disamping perekonomian dunia yang juga terkena dampak pandemi Covid-19, mengubah perekonomian nasional dan memaksimalkan potensi ekonomi negara merupakan langkah strategis. Kita harus menghadapi ancaman resesi ekonomi dalam kehidupan sehari-hari yang hemat.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon