Pidato tentang pembentukan Dewan Dunia Syuro mendapat dukungan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pidato pembentukan Majelis Syuro Dunia yang digagas MPR mendapat apresiasi dan dukungan dari para cendekiawan dan cendekiawan. Semua pembicara dari Syuro World Congress International Institute yang mengadakan seminar nasional memberikan dukungan ini. Acara akan digelar di Gedung Nusantara IV Gedung MPR / DPR RI pada Sabtu (29/8/2020).

Profesor Azyumardi Azra, Syarif Hidayatullah, Guru Besar CIN UIN, Massachusetts State University, salah satu pembicara di Universitas Jakarta, mengatakan dengan dibentuknya Syuro World Congress akan membantu Indonesia meningkatkan peran Indonesia di mata dunia internasional. Karena Indonesia memiliki penduduk muslim yang besar, maka mereka memiliki nilai tersendiri. Artinya, agar Indonesia semakin disegani oleh negara lain. Sayangnya, Azumadi mengatakan manfaat tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Azumadi mengatakan dengan adanya Siruro World Council akan mempererat persahabatan antar negara anggota. Selain itu, Dewan Syuro Dunia juga akan membina hubungan yang harmonis dan damai antar anggotanya. Kerja sama konstitusional juga perlu diperkuat, terutama di bidang legislasi yang relatif fashionable.

“Kerja sama semacam ini membuka peluang bagi perkembangan anggota parlemen. Di Eropa, sudah menjadi kebiasaan salah satu anggota bekerja pada waktu tertentu. Tanyakan tentang perundang-undangan dan konstitusi negara tujuan Kebiasaan ini belum banyak terdengar di Indonesia Hal ini bisa dilakukan dengan membentuk Dewan Syuro Dunia. Demi efektivitas, Azumadi menyarankan agar Dewan Syuro Dunia meramalkan apa yang mungkin terjadi. Beberapa hal. Misalnya tantangan otoritas, persaingan pemimpin menjadi kuat, skala donasi, rasisme agama, paranoia dan sektarianisme sekolah. Serta belenggu relasi konflik sejarah.

Mantan Direktur Program Studi Timur Tengah, Universitas Indonesia Hal senada juga diutarakan oleh Magister Dr. M. Luthfi Zuhdi.Luthfi mengatakan keberadaan Syuro World Council akan mengisi celah yang ditinggalkan oleh lembaga-lembaga kerjasama antar parlemen yang ada.Selain itu, potensi Dewan Syuro Dunia sebenarnya sangat penting. Padahal menurut data 2010, ada 2,2 miliar Muslim dari sekitar 6 miliar penduduk di dunia.

Jika potensi umat Islam sangat besar, maka menurut Luthfi tidak diragukan lagi akan menghasilkan. Pengaruh yang besar. Mungkin memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan manusia di bumi. Namun, Lutfi juga meninjau banyak masalah yang mungkin dihadapi Shuro’s World Council selama perkembangannya .- “Indonesia berperan dalam Organisasi Konferensi Islam Efek positif. Sayangnya, Indonesia tidak dapat memainkan peran terbaiknya dalam sengketa Timur Tengah. Kita harus memikirkannya dan mencari jalan keluar. Lutfi berkata lagi. Oleh karena itu, Ciro World Council lebih berguna dari pada institusi dunia yang ada. (*)

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon