Di makam jemaah haji, Gus Jazil mengimbau Indonesia segera membebaskan Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Untuk memuji peran ulama besar dalam penyebaran Islam secara damai di Jawa, Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat, memberikan presentasi di kuburan wali dakwah Islam di wilayah Pantai Utara. Ziarah Serius (Pantura). Kali pertama Jazilul Fawaid mengunjungi makam ulama adalah makam Syekh Quro. Kepala yang menyebarkan agama Islam mendirikan pesantren di Karawang, Provinsi Jawa Barat pada tahun 1418 atau Saka 1340, yang juga dikenal sebagai Kepala Qurotul Ain. Nama lainnya adalah Syekh Hasanudin dan Syekh Mursahadatillah.

Baca: Syarief Hasan, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia: Perubahan UU Intelijen Bisnis Kontraproduktif Stabilitas Sektor Mata Uang-di Pemakaman Pulo Bata, 4 September 2020, Desa Pulo Kalapa, Kecamatan Lemah Abang, Karawang Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berdoa selama satu jam untuk ulama yang menikmati posisi terhormat di hadapan Allah dan memberkati seluruh umat manusia. -Selain makam Urama, yang suaranya melantunkan teks suci Alquran dengan sangat lembut, Jazilul Fawaid melanjutkan makam peziarahnya Sunan Gunung Makam Jati. Makam pendeta tersebut adalah salah satu Wali Songo (Wali Songo) di Astana, Cirebon, Jawa Barat. Astana (Astana) adalah daerah antara pegunungan Sembung dan Jati.

Tak heran jika dalam perjalanan menuju Makam No. 9, pria asal Pulau Bawean di Kabupaten Gresik Jawa Timur ini menaiki tangga dan melewati sembilan pintu. Masing-masing pintu tersebut memiliki nama atau nama, yaitu Gapura, Krapyak, Pasujudan, Ratna Komala, Jinem, Rararog, Kaca, Bacem, dan Teratai.

Sebagai ulama yang dihormati oleh para ulama dan saat ini, ketika mereka masuk dari pintu masuk, ruang upacara Sunan Gunung Jati, mantan PMII, melakukan apa yang dilakukan jamaah haji lainnya, Melepas sepatunya. Sebelum kuburan Urama menyebarkan Islam di Jawa Barat, pria bernama Gus Jazil ini berbicara 90 menit tentang doa dan Taliban.

Baca: Sosialisasi Empat Pilar Musyawarah Umat yang Diadakan Jazilul Fawaid di Cianjur: Pimpinan harus bahu membahu dengan rakyat

Ibadah Haji Jazilul Fawaid yang serius bukan hanya sekedar upacara ibadah untuk dirinya dan dirinya sendiri keluarga. Dia berkata: “Di setiap kuburan seorang ulama besar, saya selalu berdoa agar negara ini selalu diberkati oleh Allah.” Dia menambahkan: “Saya juga berdoa agar kita segera menyingkirkan wabah Covid-19 dan dampaknya. Ia berharap: “Individu dan pemimpin harus menjaga sikap persatuan dan gotong royong.” – Jazilul Fawaid mengatakan bahwa pemakaman adalah ziarah ke makam ulama. Ia tidak hanya berdoa. Berdoa untuk keselamatan, tetapi juga belajar bagaimana ulama menyebarkan Islam dan membimbing umatnya. Ia berkata: “Berdasarkan kesabaran saat itu, tantangan yang dihadapi Sunan Gunung Jati dan Syekh Kuro saat berdakwah tidak diragukan lagi penuh dengan rintangan.” Ia menambahkan: “Saat itu, agama yang dikembangkan oleh orang Jawa masih Umat ​​Hindu dan Budha. ”Baca: Wabah Covid-19 Masih Mengancam, Jazilul Fawaid: Terus terapkan program kesehatan secara sistematis. Namun, ia terus membudayakan melalui kesabaran dan tetap menghormati keyakinan dan agama yang ada. Faktanya, ulama Misi tersebut disambut secara terbuka oleh masyarakat. Jumlah pemeluk Islam juga meningkat. -Menurut Jazilul Fawaid, ulama telah ikhlas dan ikhlas berkorban untuk Uma. Ia menjelaskan: “Oleh karena itu, kali ini serius Selama berziarah, kita harus terus dan meniru semangat perjuangan tanpa pamrih untuk kepentingan semua. “

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon