Wujudkan Kemandirian di Era Digital, Jazilul Fawaid: Generasi Milenial Bisa!

TRIBUNNEWS.COM-Di sela-sela peringatan 75 tahun berdirinya Republik Indonesia, Wakil Presiden MPR Jazilul Fawaid menjadi konsultan webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sekolah Islam Global (Kandid, Jakarta Timur).

Dalam webinar bertema “Peran Pemuda Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan”, Jazilul Fawaid tidak sendiri, Ia adalah Kepala Sekolah Islam Dunia, Firdaus Nur Farid, dan Pembina Perkumpulan Mahasiswa Iqbal. Profesor Darwis Hude dan Zaki Dasopang, Ketua Serikat Mahasiswa, menjadi pembicara.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diberitahu bahwa tugas generasi muda adalah mencapai kemerdekaan. Itu dilakukan oleh pejuang kemerdekaan sebelum kemerdekaan. Kini ditegaskan bahwa pemikiran, pemikiran dan tindakan konkrit yang dilakukan untuk mencapai kemerdekaan harus menjadikan bangsa ini sebagai pahlawan berkata, “tegasnya. -Mari kita lanjutkan perjuangan heroik untuk tegaknya negara dan negara,” di India Timur Jawa Bapak Kabupaten Gresik Provinsi Pulau Bawean menyampaikan bahwa dalam era perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat, maka metode pengisian kemandirian harus mampu beradaptasi dengan era tersebut. Ia berkata: “Saat ini, kaum milenial hanya membutuhkan dua inci untuk mencapai kemerdekaan.”

– Alasan mengapa itu terjadi adalah karena ini era digital. Generasi orang dengan keahliannya sendiri di bidang ekonomi, pertanian, dakwah, politik, dll, dengan menggunakan aplikasi teknologi yang ada dan menggunakan dua jempol dapat menunjukkan kreativitas dan tindakan praktis yang mandiri – bahkan di era linguistik teknologi informasi Saking maju dan cepatnya, orang yang biasa menyebut diri Gus Jazil ini mengingatkan generasi milenial bahwa mereka bisa mengontrol diri.

“Kalau tidak, generasi milenial akan diberi makan informasi dan hiburan yang tidak berpendidikan,” ujarnya. — Misalnya, anak muda sekarang lebih suka bermain game atau menonton drama Korea (drakor) daripada mendengarkan musik religi atau mereka. Ia berkata: “Tidak heran jika anak muda saat ini lebih mengenal He Min dari pada Hook Niadin, Pangnan Dibonigoro dan pahlawan nasional lainnya.” — Ini adalah pengaruh negatif dari kemajuan teknologi informasi.

Dalam webinar tersebut, Koordinator Nasional Nusantar juga mengingatkan generasi milenial untuk memperhatikan dan mewaspadai pandemi Covid-19. Ia mengajak generasi muda untuk memberikan ide dan ide untuk menyikapi pandemi. “Saya yakin anak muda bisa melakukannya karena mereka punya kemampuan lebih,” ujarnya.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon