MPR RI membentuk satuan tugas untuk menyelenggarakan Konferensi Permusyawaratan Dunia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, mengungkapkan bahwa saat ini MPR Indonesia sedang mematangkan konsep pembentukan Konferensi Permusyawaratan Dunia. Konferensi tersebut diprakarsai oleh MPR RI dan merupakan MPR yang akan datang dari seluruh dunia. Sistem forum berkumpul bersama. Melalui forum ini Konferensi Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia berupaya mengajak dunia Islam dan Barat untuk mencapai tatanan yang harmonis dan beradab.

“Tantangan yang dihadapi oleh negara Muslim adalah konflik internal yang besar, kesenjangan ekonomi antar masyarakat, kemiskinan, keterbelakangan, dan pengabaian hak asasi manusia, terutama dalam hak masyarakat Muslim, hak perempuan dan hak pekerja. Di sisi lain, tantangan tersebut harus ditanggapi dengan serius.Organisasi transnasional, lintas sektoral, antar pemerintah, dan nonpemerintah menghadiri Syuro World Peace Conference atau World Peace Consultation Conference. Basarah, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani dan Fadel Muhammad serta Sekreta ris MPR RI Jenderal Ma’ruf Cahyono. MPR RI dapat diumumkan pada Agustus 2021, satuan tugas yang dipimpin oleh Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI. Salah satu tugasnya adalah terus bekerjasama dengan Negara-negara Islam dan negara-negara Barat menjaga komunikasi. Negara-negara ini memiliki pandangan yang sama bahwa parlemen negara-negara yang berpenduduk Muslim perlu lebih banyak terlibat dalam mewujudkan tatanan dunia. Harmonis peradaban.-Nanti kongres akan fokus pada isu-isu tertentu, termasuk perdamaian dan keamanan , Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Toleransi Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik tanpa harus menggunakan kekerasan, demikian pula toleransi tumbuh subur di negeri ini, inilah yang ingin kita bagikan dengan negara lain. Konten. Padahal kita juga belajar berbagai hal dari berbagai negara, ”kata Bamsoet. Atau Konferensi Konsultatif Dunia. Dorong dan promosikan dengan menyelenggarakan diskusi, seminar, dan lokakarya yang mengundang pakar dan praktisi hubungan internasional.

“Diskursus yang muncul akan dikembangkan lebih luas lagi dengan hadirin untuk ditanggapi lebih dalam. Satgas juga akan melakukan penelitian akademis yang lebih mendalam, yang hasilnya dapat dijadikan kerangka dasar penjelasan tentang Bansut. -Pan Wakil Ketua Casilla menjelaskan bahwa keberadaan Dewan Syuro Dunia akan melengkapi berbagai forum kerjasama internasional yang ada seperti OKI, PUIC dan Liga Muslim Dunia: Mengingat kompleksitas hubungan antar bangsa dan seriusnya permasalahan dalam kehidupan manusia. Tidak cukup hanya mengandalkan organisasi internasional saja, untuk memperluas kerjasama antar negara atau lembaga nasional perlu dilakukan perluasan kelembagaan

<< Dengan munculnya beberapa organisasi internasional, disediakan ruang untuk menghasilkan kerjasama yang diperlukan antar negara Unsur-unsur negara, terutama manfaat yang sangat besar bagi seluruh negara, akan lebih luas. Bonsut menyimpulkan: “Juga akan ada lebih banyak alternatif saluran komunikasi antarpemerintah, sehingga ketika masalah muncul, idenya adalah Dapat digabungkan dengan mudah. "

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon