Bamsoet: Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR) mengeluhkan tewasnya prajurit TNI di Kongo

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya prajurit TNI Serma Rama Wahyudi, yang berada di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menjabat sebagai anggota pasukan penjaga perdamaian Indonesia dalam misi MINUS di Kongo. Serma TNI Rama Wahyudi tewas saat berpatroli usai diserang sekelompok milisi pada Senin malam waktu setempat.

“Kami semua menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Serma Rama Wahyudi, seorang prajurit TNI, ketika bertugas di Indonesia untuk misi mulia pasukan penjaga perdamaian Indonesia. Tentu saja dia melakukannya. Terima kasih kami sampaikan kepada keluarga almarhum Serma TNI Rama Wahyudi dan Keluarga TNI mengungkapkan simpati yang dalam. Selain itu, pasukan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditempatkan di Kongo untuk memantau dan mengawasi proses perdamaian di kawasan itu.

” Saya mendesak Kementerian Luar Negeri untuk segera berkoordinasi dengan PBB dan pemerintah Kongo untuk menyelidiki serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Bansout mengatakan: “Untuk alasan apapun, serangan terhadap pasukan keamanan PBB yang sedang menjabat tidak dapat dibenarkan. Pejabat FKPPI Kementerian Pertahanan Nasional berharap kematian Serma Rama Wahyudi tidak merusak moral prajurit TNI sehingga terus berperan dalam menjaga perdamaian dunia. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan TNI harus memastikan jenazah almarhum dapat segera sampai ke Indonesia. — “Pemerintah dan TNI harus menghargai almarhum Serma Rama Wahyudi. Orang mati adalah pahlawan yang mati di luar negeri saat menjalankan tugasnya, “tutup Bamsoet.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon