Seni Calung menyampaikan nilai dari empat pilar MPR

TRIBUNNEWS.COM-Musyawarah Perempuan Nasional (MPR) menghadirkan program seni budaya di Kabupaten Chianzur, menyampaikan pesan empat pilar MPR (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) . -Kebudayaan seperti ini dikemukakan Caron dalam pergelaran kesenian yang menyisipkan nilai-nilai empat pilar MPR. Pameran Budaya Bupati Cianjur digelar pada Jumat (11 November 2020) di Perkebunan Tenaga Kerja Ciloto, Puntaque. Budi Muliawan, Departemen Pelayanan Pers Umum Sekretariat MPR, Wanita Bangsa Miftahul Jannah, Sekretaris Jenderal Partai Progresif Demokrasi.

Pagelaran budaya Kabupaten Cianjur ini menampilkan tarian jaipong dan calung. Seni Karon yang dipamerkan menarik perhatian wanita Indonesia. Ketiga pemain Caron membuat penonton tertawa. Di sela-sela canda para pemain Caron, keempat pilar MPR tersebut mengirimkan pesan. Seorang pemain dari Caron mengatakan: “Harga NKRI sudah pasti.” Cuci tangan dan jaga jarak. Selama periode ini, peserta merupakan perwakilan perempuan etnis dari 32 distrik di Kabupaten Xian’an, dengan tiga perwakilan dari tiap distrik. Masing-masing, bahkan ada majelis Taklin. Karena partisipasi ibu dalam pandangan budaya dan seni ini benar. Pendidikan dasar ada di tangan para ibu. Oleh karena itu, nilai empat pilar MPR sangat efektif ketika ibu berkomunikasi dengan caranya sendiri, kasih sayang ibu, dan budaya yang sudah ada di lingkungan kita. Dijelaskan: “-Dengan jatuh cinta pada NKRI, ibu-ibu paling cocok ditanamkan pada generasi penerus, terutama keluarga, kemudian gereja. Neng Eem Marhamah melanjutkan:” Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 bagi ibu-ibu Itu juga sangat penting, dan juga sangat penting untuk menyebarkannya kepada keluarga. Seni dari tanah sunda berbeda dengan angklung. Di Caron, ada keributan. Katanya: “Dengan sejarah, informasi kebangsaan akan menyebar.” -Neng Eem Marhamah mengatakan bahwa melalui budaya dan seni kita sangat senang karena budaya dan seni sangat menarik. Oleh karena itu, nilai empat pilar MPR harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan. “Dengan seni kita sangat senang. Kita sangat senang. Oleh karena itu, kita juga harus menyampaikan nilai-nilai kebangsaan sebagai empat pilar MPR dengan cara yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan santun. Itu sebabnya dalam masyarakat empat pilar MPR. Alasan penyelenggaraan pentas seni dan budaya dalam proses transformasi, ”ujarnya. Perempuan di seluruh negeri berpartisipasi dalam Konferensi Permusyawaratan Rakyat (MPR). “Karena perempuan adalah faktor penentu kemajuan atau kemunduran negara. Peradaban dunia juga ditentukan oleh perempuan. Ibu adalah sekolah pertama yang melayani generasi mendatang. Jelaskan nilai-nilai empat pilar MPR kepada anak dengan caranya sendiri .— – “Karena sekarang banyak nilai budaya transnasional yang masuk ke Indonesia dan tidak bisa dibendung. Wali pertama yang menghentikan budaya yang tidak sejalan dengan budaya bangsa Indonesia ini adalah ibu-ibu negara, para perempuan tanah air, ”imbuh alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Oleh karena itu, Budi Muliawan melimpahkan nilai-nilai. Empat jurusan MPR Pilar Mengajar dalam Keluarga. “Ibu menjadi agen yang melawan budaya bangsa Indonesia yang tidak sesuai atau tidak sesuai. Para ibu bisa mengenalkan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anaknya. Melalui pagelaran budaya tersebut, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan oleh keluarga melalui ibu. ” (*)

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon