Bamsoet dan Gerak BS Bali menyumbangkan 5.000 alat rapid test kepada Gubernur Bali

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, dan Gerak BS Bali mendonasikan 5.000 rapid test kepada Pemprov Bali dengan harapan memutus mata rantai penularan virus Covid-19. Semakin banyak orang Bali diuji, semakin besar kemungkinan Bali akan terhindar dari pandemi Covid-19. Karena kunci utama untuk memutus rantai Covid-19 adalah pelacakan, pelacakan, dan pengujian. Wayan Koster, Gubernur Bali, mendapat bantuan langsung di Rumah Gubernur di Jaya Sabha, Denpasar. Pada 2019, sekitar 6,24 juta turis asing menyukai keindahan Bali. Hingga awal tahun 2020, kunjungan bulanan wisman masih sekitar 500.000. Namun, sejak ditemukannya pasien positif Covid-19 di Bali pada Maret 2020, jumlah wisatawan menurun tajam. Alhasil, perekonomian Bali berada pada negatif 1,14% pada kuartal pertama tahun 2020, tertinggi di Indonesia. ).

Mantan Presiden MPR ini memperkirakan dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 di Bali lebih dahsyat dibanding bom Bali tahun 2002 dan krisis global tahun 2008. Jika penyembuhannya cepat, penanganan Covid-19 di Bali harus menjadi prioritas. Salah satunya dengan mengoperasionalkan bagian spesialis rumah sakit Covid-19 agar pasien positif Covid-19 tidak berada di rumah sakit yang sama dengan pasien penyakit lain. – “Beberapa hari lalu rumah sakit swasta di Tabanan menjadi pusat distribusi. Covid-19 karena perawatan pasien Covid-19. Makanya, di tiap daerah banyak terdapat rumah sakit khusus. Sangat penting untuk memanfaatkan Covid-19. Dengan begitu, pelayanan medis dapat terkonsentrasi. Di sisi lain, dengan adanya rumah sakit khusus Covid-19, pasien dengan penyakit lain yang sedang menjalani rawat inap dan rawat jalan juga dapat mempertahankan Tenang, “kata Bansouth ..- Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia menambahkan, mengingat negara-negara belum sepenuhnya menerapkan penerbangan internasional, proses pemulihan ekonomi Bali oleh turis asing tidak akan berjalan cepat, oleh karena itu bagi Bali. Sangat penting untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan domestik secara maksimal. Seperti kita ketahui bersama, di berbagai tempat wisata di Bali terkadang wisatawan domestik sering lepas. Gubernur berminyak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menilai Bali terlalu fokus melayani turis asing dan terkadang melupakan turis domestik yang sebangsa. Pandemi Covid-19 membuat kami sadar bahwa ketika situasi sulit muncul, saudara kami yang pertama menawarkan bantuannya. Makanya, tidak ada lagi cerita tentang wisatawan domestik yang merasa risih berlibur di rumah, ”tutup Bamsoet.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon