MPR RI membentuk kelompok kerja untuk menyelenggarakan Konferensi Konsultasi Dunia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia mengungkapkan, saat ini MPR RI sedang mematangkan konsep pembentukan Konferensi Permusyawaratan Dunia yang digagas oleh MPR RI, merupakan forum yang mempertemukan MPR dari berbagai negara dengan sistem yang sama. , Termasuk negara muslim di dunia. Melalui forum ini Konferensi Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia berupaya mendorong terwujudnya tatanan peradaban yang harmonis antara Islam dan dunia Barat. Hak asasi manusia, khususnya hak masyarakat Muslim, hak perempuan dan hak pekerja. Tantangan ini harus ditanggapi dengan serius. Solusinya terletak pada mempertemukan organisasi transnasional, lintas sektoral, antar pemerintah dan non pemerintah sehingga semua pihak dapat berpartisipasi. Ikut Syuro World Peace Conference atau World Peace Consultative Conference, “kata Bamsoet usai memimpin rapat pimpinan MPR RI di Jakarta, Selasa (20/6/23). – Menghadiri rapat wakil ketua MPR RI termasuk MPR RI Ma Para jenderal’ruf Cahyono, antara lain Ahmad Basarah, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani dan Fadel Muhammad serta Sekreta ris Jenderal.Dalam proses pengumuman berdirinya Konferensi Permusyawaratan Dunia pada Agustus 2021, MPR RI akan Membentuk satuan tugas yang dipimpin oleh Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Salah satu tugasnya adalah terus menjalin kontak dengan negara-negara Islam dan negara-negara Barat. Parlemen negara-negara berpenduduk muslim perlu lebih terlibat dalam mewujudkan tatanan dunia yang harmonis dan beradab Pendapat yang sama juga dibagikan-nanti, konferensi akan fokus pada isu-isu tertentu, termasuk perdamaian, keamanan, demokrasi, hak asasi manusia dan toleransi. Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, dan itu menunjukkan bahwa demokrasi bisa menjadi sangat baik tanpa menggunakan kekerasan. Sama halnya dengan toleransi yang tumbuh subur di negeri ini. Ini yang kita harapkan bisa berbagi dengan negara lain. “Padahal kita juga belajar segala macam hal dari berbagai negara,” kata Bamsoet. Atau Konferensi Dunia. Dengan mengundang internasional Hubungan dan praktisi mengatur diskusi, seminar dan lokakarya, sehingga mencapai dorongan dan promosi.

“Kata-kata yang muncul akan dikembangkan lebih luas dengan audiens untuk respon yang lebih dalam. Satgas juga akan melakukan penelitian akademik yang lebih mendalam, yang hasilnya dapat dijelaskan oleh Bamsoet sebagai kerangka dasar. – Wakil Ketua Pemuda Pancasila menjelaskan bahwa keberadaan Sidang Syuro Sedunia akan semakin melengkapi berbagai forum kerjasama internasional yang ada.Misalnya dengan kompleksitas hubungan antar negara dan keseriusan masalah kehidupan manusia, maka tidak cukup hanya mengandalkan organisasi internasional. , Perlunya perluasan kelembagaan untuk meningkatkan kerjasama antar atau antar negara.

<< Dengan munculnya beberapa organisasi internasional maka ruang yang dapat digunakan untuk menghasilkan kerjasama antar negara, terutama elemen-elemen kerjasama antar negara yang diperlukan, akan membawa manfaat yang sangat besar bagi seluruh negara dan akan semakin luas. Bonsut menyimpulkan: "Juga akan ada lebih banyak alternatif saluran komunikasi antar pemerintah, sehingga ketika masalah muncul, gagasan dapat dengan mudah digabungkan."

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon