Bamsoet dalam Mukernas KAMMI: Pentingnya Peran Generasi Muda Penanganan Pandemi Covid-19

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menegaskan komitmen dan kerja sama dari seluruh pelosok tanah air, termasuk generasi muda, sangat dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid -19. Peran generasi muda menjadi semakin penting, terutama sebagai sumber daya potensial untuk mendukung kinerja pemerintah dalam mencegah dan mengendalikan dampak pandemi.

“Generasi muda merupakan salah satu elemen yang memiliki potensi peran di masyarakat karena memiliki tingkat pengetahuan teknis yang cukup. Selain mampu beradaptasi dan merespon dalam hal penguasaan, cara kita menghadapi pandemi di masa depan akan kita manfaatkan. Kemampuan kemajuan teknologi memiliki dampak yang besar. “Pengetahuan teknologi yang dikuasai oleh generasi muda harus terus dikembangkan dan“ disebarkan ”ke masyarakat. Bamsoet dalam sambutan penutupnya di Musyawarah Kerja Nasional Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu sebenarnya adalah Ketua MPR RI di Jakarta, Minggu, 20 Agustus. )

Mantan presiden DPR RI tersebut menyatakan bahwa data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah pemuda Indonesia berusia antara 16 hingga 30 tahun melebihi 64 juta. Jumlah yang begitu besar cukup untuk menjelaskan bahwa peran dan kemajuan generasi muda sangat menentukan keberhasilan perjuangan melalui pandemi.

“Pengurus KAMMI yang merupakan 64 juta anak muda Indonesia, harus percaya bahwa saya dapat berpartisipasi dalam berbagai cara untuk menginspirasi dan bekerja sama untuk bersama-sama membantu orang yang terkena pandemi. Saya yakin KAMMI, sebagai anggota nusantara Salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki struktur organisasi, tentunya dapat memberdayakan pimpinan organisasinya, Bansout mengatakan: “Dalam hal berperan dalam memerangi wabah ini dan memberikan kontribusi nyata,”

Ketua FKPPI Kementerian Pertahanan mengenang Pandemi Covid-19 masih menakutkan. Dampak pandemi tersebut telah menjerumuskan 14 negara ke dalam resesi, termasuk negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Polandia, Jerman, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Filipina. , Thailand dan Jepang.

Selain itu, 13 negara lain yang terkonfirmasi pasca resesi, yaitu Austria, Belgia, Finlandia, Portugal, Republik Ceko, Tunisia, Latvia, Lituania, Meksiko, Belanda, Lebanon, Ukraina, dan Slovakia.

“Saat ini, Indonesia kemungkinan besar akan mengalami resesi. Karena di triwulan II pertumbuhan ekonomi kita negatif 5,32%, dan di triwulan III perekonomian kita mungkin masih berkontraksi walaupun tidak begitu cepat. Bahkan pada perbandingan kuartal kedua, kita juga bisa menggunakan metode ini. Bisa dibilang saat ini kita sedang memasuki masa kemunduran teknologi, karena pada triwulan I tahun 2020 PDB Indonesia minus 2,41%, jelas Bamsoet.

Wapres Muda Pancasila menambahkan bahwa bangsa Indonesia sudah Pancasila beruntung. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, diyakini masyarakat Indonesia dapat dengan leluasa ikut merasakan dampak pandemi Covid-19. “Tingkah laku dan tingkah laku setiap orang, jadi kita pasti bisa melewati masa-masa sulit ini. Selain itu, dalam rangkaian sejarah perjalanan nasional, Pancasila telah membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan menahan berbagai persoalan yang melanda Indonesia. Bamsoet menyimpulkan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon