Bamsoet dalam Mukernas KAMMI: Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menegaskan komitmen dan kerja sama dari seluruh pelosok tanah air, termasuk generasi muda, sangat dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid -19. Peran generasi muda semakin penting, terutama sebagai sumber daya potensial untuk mendukung kinerja pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi dampak pandemi.

“Generasi muda merupakan salah satu elemen yang memiliki potensi peran di masyarakat karena memiliki tingkat pengetahuan teknis yang cukup. Selain mampu beradaptasi dan merespon dalam hal penguasaan, cara kita menyikapi pandemi di masa depan akan kita manfaatkan. Kemampuan kemajuan teknologi memiliki dampak yang besar. “Pengetahuan teknologi yang dikuasai oleh generasi muda harus terus dikembangkan dan“ disebarkan ”ke masyarakat. Kata Bansout pada acara penutupan Konferensi Perburuhan Nasional Aliansi Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang digelar di Jakarta, Minggu (23/8/20). Mantan presiden DPR RI ini mengatakan, statistik kependudukan Badan Pusat Statistik menunjukkan terdapat 64 juta anak muda di Indonesia yang berusia antara 16 hingga 30 tahun. Angka ini sangat penting. Tidak dapat dimaklumi bahwa peran dan kemajuan generasi muda sangat menentukan keberhasilan penanggulangan pandemi.

“Pengurus KAMMI adalah bagian dari 64 juta anak muda Indonesia yang harus bisa berpartisipasi dalam berbagai cara untuk menginspirasi dan bekerja sama membantu masyarakat yang terkena pandemi. Saya yakin KAMMI, sebagai organisasi dengan organisasi di seluruh nusantara Salah satu organisasi pemuda Wing, tentu saja, dapat membuat para eksekutif organisasi berperan, dan Bansout berkata: “Itu telah memberikan kontribusi nyata untuk memerangi epidemi ini. “-Ketua FKPPI Kementerian Pertahanan mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih menakutkan. Dampak pandemi tersebut telah menjerumuskan 14 negara ke dalam resesi. Ini termasuk negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Polandia, dan Jerman. Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Jepang.

Selain itu, 13 negara lainnya telah terkonfirmasi pasca resesi, yaitu Austria, Belgia, Finlandia, Portugal, Republik Ceko, Tunisia, Latvia, Lituania, Meksiko , Belanda, Lebanon, Ukraina, dan Slovakia.

“Saat ini, Indonesia kemungkinan besar akan mengalami resesi. Karena di triwulan II pertumbuhan ekonomi kita negatif 5,32%, dan di triwulan III ekonomi kita mungkin masih menyusut, tapi kedalamannya kurang bagus. Kalaupun kita menggunakan cara ini untuk membandingkan triwulan, bisa dibilang kita sudah masuk teknologi. Masa resesi, karena pada triwulan I tahun 2020, secara triwulanan PDB Indonesia minus 2 yaitu 41%, jelas Bamsoet.

Wakil Presiden Muda Pancasila menambahkan bahwa bangsa Indonesia beruntung memiliki Pancasila. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, diyakini masyarakat Indonesia dapat dengan leluasa ikut merasakan dampak pandemi Covid-19. “Sikap dan kode etik setiap orang, agar kita bisa melewati saat-saat sulit tersebut. Selain itu, dalam rangkaian perjalanan sejarah pelosok tanah air, Pancasila telah membuktikan bahwa kemampuan perlindungan yang diberikannya telah melanda negara Indonesia. Berbagai masalah, ”tutup Bamsoet.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon