TikTok mendukung penelitian CfDS dan Onno Center untuk mencegah serangan siber di Indonesia

TRIBUNNEWS.COM-Seperti kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 meningkatkan penggunaan internet di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal, banyak aktivitas yang sebelumnya dilakukan di luar jaringan (offline) kini menjadi online (online). Perubahan ini meningkatkan risiko serangan dunia maya, dan masyarakat harus waspada.

Asumsi di atas bukannya tanpa dasar. Badan Jaringan dan Enkripsi Nasional (BSSN) menyatakan terdapat 14.978.617 serangan siber di Indonesia pada paruh pertama tahun 2020, meningkat lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2019. -BSSN juga mencatat 88,4 juta serangan cyber yang terjadi di Indonesia dari Januari hingga Januari. April 2020. Sementara itu, mengutip Business Software Alliance (BSA), 83% perusahaan Indonesia rentan terhadap serangan peretas. Alhasil, hal ini bertepatan dengan platform media sosial Tiktok Oktober World Cyber ​​Security Month yang mendukung Digital Society Center Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. (CfDS) dan Onno Center, kelompok think tank di bidang teknologi dan komunikasi, menyiapkan white paper.

White paper bertajuk “Kemitraan untuk Memperkuat Keamanan Siber di Indonesia” menekankan bahwa tren keamanan siber akan muncul dalam skala global, seperti tren penggunaan Internet dan statistik serangan siber, serta inisiatif untuk meningkatkan transparansi perusahaan Upaya evaluasi keamanan jaringan, peningkatan kapabilitas budaya digital pengguna platform, dan pentingnya penyelesaian berbagai masalah keamanan jaringan digital antar pemangku kepentingan. Hal tersebut mungkin terus eksis mulai saat ini sehingga menuntut masyarakat untuk meningkatkan literasi digital keamanan jaringan.Tujuan dari penulisan white paper ini adalah Kurangi serangan siber. — Berikut ini adalah beberapa ringkasan dan rekomendasi utama yang terdapat dalam white paper “Pentingnya kemitraan untuk memperkuat keamanan siber Indonesia” untuk memperkuat keamanan siber Indonesia:

White paper ini ditulis oleh TikTok Berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, termasuk di Indonesia, TikTok telah menjadi sarang kreativitas masyarakat Indonesia di era Internet.

“Kami menjadi yang terkuat saat bekerja sama. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengguna kami sekaligus melindungi keamanan platform kami untuk memenuhi tantangan industri. Kami ingin pengguna kami mendapatkan pengalaman internet terbaik, yang berarti mereka dapat membuatnya dengan aman. Oleh karena itu, keselamatan pengguna menjadi prioritas utama kami, ”ujar Arjun Narayan, Director of Trust and Security, TikTok Asia Pasifik. – Untuk melihat full white paper” Pentingnya Memperkuat Kemitraan Keamanan Siber Indonesia “, pembaca dapat mengunduhnya pada 20 Oktober 2020. Kunjungi white paper secara resmi melalui http://cfds.fisipol.ugm.ac.id/ dan onnocenter.or.id., Memperingati Global Cyber ​​Security Month bersamaan dengan rilis resminya. (*)

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon