Lintasarta mewujudkan kota pintar di Kabupaten Siak

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, saat ini menggunakan konsep kota pintar di kawasan ini dengan dukungan infrastruktur dan jaringan yang sedang dikerjakan Lintasarta. Ahmad M. Ramli, Profesor TI, Bupati Dr. Siak Dr. H. Alfedri, Bapak Forkopimda (Forum Koordinasi Kepemimpinan Daerah) dan Alfi Asman, Direktur Komersial Lintasarta.

Lintasarta, Direktur Senior Sumatera Tengah, mengatakan bahwa kota pintar Paroki Sikh Zulfahmi bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis pemerintah Kabupaten Sikh dan persiapan rencana berkelanjutan.

Ini terkait dengan pengembangan acara dan potensi wisata, pemantauan limbah yang mengalir ke sungai, dan pemantauan dan prediksi kebakaran hutan / lahan, yang semuanya didukung oleh data berbasis elektronik dan Internet of Things. Dalam proyek ini, Lintasarta berpartisipasi dalam pengembangan platform kota pintar, pariwisata cerdas, akses Internet dan pengawasan video, yang telah diintegrasikan ke dalam aplikasi milik pemerintah daerah.

Baca: Produksi emas Antam telah meningkatkan harga setiap gram emas sebesar Rp3.000. IDR 777.000 IDR

Pada tahap awal, fokus implementasi kota pintar di Kabupaten Siak adalah mengintegrasikan data ke dalam platform kota pintar yang disebut SKOTA Data, dan mengembangkan industri pariwisata dengan mengembangkan aplikasi seluler Smart Tourism (Android) – Bacaan: Ponsel ilegal akan diblokir melalui IMEI dan putusan akan dibuat pada hari Senin lusa

Zulfahmi mengumumkan bahwa secara umum, layanan yang diberikan kepada publik akan lebih baik, dan publik akan menerima informasi layanan yang berguna dan berkualitas tinggi Semakin banyak orang yang secara aktif terlibat dalam negara dan kehidupan negara. Rasakan lebih banyak.

SKOTA adalah solusi perkotaan Lintasarta, yang dapat membantu industri pemerintah untuk menyediakan layanan kota pintar terbaik untuk kota dan komunitas regional, dan memberikan solusi lengkap, dibagi menjadi perencanaan, implementasi, dan sosialisasi. Tahapan untuk komunitas.

Direktur Komersial Linfisarta Alfi Asman mengatakan, Lintasarta saat ini fokus pada penciptaan kota pintar di Indonesia.

Karena semakin banyak daerah di Indonesia, terutama melalui Lintasarta, penerapan kota pintar akan merangsang pengembangan daerah lain. Kota pintar, untuk terus berkembang menjadi kota mandiri.

Pendapatan asli daerah (PAD) dan layanan publik juga harus meningkat. Sebelumnya, Lintasarta terlibat dalam pengembangan kota pintar di 20 kabupaten dan kota.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon