DPR: Kuota Internet Bersubsidi PJJ harus memperhatikan daerah-daerah yang sulit mengakses Internet

Wartawan Tribunnews.com Jakarta Willy Widianto melaporkan-Tribunnews.com Indonesia-Sulitnya jaringan di berbagai daerah di Indonesia masih menjadi kendala dalam penerapan pembelajaran jarak jauh online (YP).

Illiza Sa’aduddin Djamal, anggota Fraksi DPR PPP dari Komite X, mengatakan masalah ini membuat banyak mahasiswa tidak bisa memperhatikan PJJ.

Oleh karena itu, Eliza mengatakan insentif bagi siswa harus dibayar oleh pemerintah untuk mendukung PJJ. Paket data siswa, siswa, guru dan guru harus diperhatikan terutama di daerah perbatasan yang paling pinggiran dan tertinggal. Susah Terkoneksi Internet (3T) -Baca: Komite X minta hasil Panja PJJ dijadikan acuan anggaran Kemendikbud 2021-Bacaan: Ada siswa yang belajar pakai HT, Panitia X DPR minta pemerintah jadi PJJ Fasilitas memberi bantuan-Menurut dia, karena jangkauan jaringan masing-masing operator seluler berbeda, maka kebijakan khusus subsidi harus dialokasikan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah 3T. Aplikasi khusus diperlukan, terutama di area 3T. Di perkotaan tentu ada Internet. “Tapi di kawasan 3T, jaringan internet berbeda dengan kota,” kata Eliza dalam siaran pers, Jumat (4 September 2020).

Dalam program pendanaan ini, siswa akan mendapatkan kuota internet gratis sebesar 35 GB per bulan. , Guru 42 GB per bulan, siswa dan guru 50 GB per bulan.

Mekanismenya adalah nomor telepon genggam (HP) (Dapodik) setiap siswa yang didaftarkan sekolah untuk dimasukkan ke dalam data pendidikan dasar. -Nomor Induk Mahasiswa Nasional (NISN) hanya dapat memasukkan satu nomor ponsel, dan nomor ini akan diberikan kepada operator seluler. Batas waktu pendaftaran adalah 11 September 2020.

Jangka waktu hibah adalah empat bulan, mulai September 2020 hingga Desember 2020.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon