5 mitos palsu tentang robot kolaboratif

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini robot kolaboratif (Cobot) menjadi pusat perhatian modernisasi industri dan pabrik, di Indonesia mulai tertarik dengan sistem otomasi ini. Teknologi otomasi Dengan perkembangan robotika dan teknologi otomasi, mitos dan kesalahpahaman telah muncul, misalnya, teknologi ini dapat menggantikan manusia dan meningkatkan bahaya pekerjaan di pabrik. — Berikut penjelasan Darrell Adams, kepala robot serba guna di Asia Tenggara dan Oceania terkait mitos-mitos tersebut:

1. Apakah Cobot menekan tenaga manusia?

Statistik Indonesia (BPS) menunjukkan bahwa tingkat aktivitas laki-laki dan perempuan masing-masing adalah 82,68% dan 51,88%. Bagi wanita Indonesia, angka ini sangat rendah dan stabil, dan wanita khawatir robot akan menggantikan pekerjaannya. Dapat dioperasikan secara otomatis. Sebuah studi oleh Forum Ekonomi Dunia menunjukkan bahwa pada tahun 2022, robot akan menciptakan lebih dari 133 juta pekerjaan di seluruh dunia.

Namun, tidak ada mesin yang dapat menggantikan ketangkasan manusia, pemikiran kritis, dan kemampuan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan dan kreativitas.

Sejalan dengan perkembangan Indonesia menuju otomasi, produksi akan meningkat dan lebih banyak lapangan kerja dapat diciptakan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon