Terkait uji substantif “UU Penyiaran”, KPI: Jangan anggap itu membatasi kreativitas media sosial

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (YPI) Yulandre Darwis mengatakan uji materi undang-undang penyiaran yang diberikan oleh dua stasiun televisi nasional tersebut merupakan langkah yang tepat. Itu telah dievaluasi untuk mengkonfirmasi definisi media baru yang mengatur streaming digital dan tidak berniat membatasi kreativitas media sosial.

“Jangan disangka ini akan membatasi kreativitas media sosial, juga bukan soal kreativitas rating cut. Kami yang mengatur pertumbuhan industri dalam negeri,” kata Yulandre Darwis, Kamis (8/8). 27/2020) dalam pernyataan resmi.

Baca: UU Penyiaran Sedang Dituntut, Roy Suryo Mengatakan

Nilai UU Penyiaran RCTI sudah ketinggalan zaman

Menurut Yuliandre, RCTI dan iNews TV menyediakan Hukum Penyiaran Yudisial yang Terkendali di Tiongkok adalah langkah menuju keadilan hukum. Tidak peduli dengan serangan lanjutan Indonesia terhadap platform media digital.

Melihat situasi ini, RCT INews TV dan saya sepertinya telah mengajukan uji materi UU Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi, sehingga undang-undang tersebut memiliki definisi yang jelas tentang media baru.

Baca: Jika Gugatan Pengadilan Siaran Telah Disetujui Pengadilan, Instagram TV dan Facebook Live Harus Memiliki Izin Siaran- “Ini menarik dan bagus karena banyak orang tidak peduli dengan keadaan ini. Kemudian RCTI dan iNews TV diajukan untuk peninjauan kembali agar mendapat kepastian definisi lain dalam undang-undang, sehingga media baru diatur oleh KPI dan Kominfo. Yuliandre Darwis, pertumbuhan konten digital dan TV terus masuk ke tanah air tanpa ada regulasi yang merugikan masyarakat, Terutama generasi muda, terutama konten produksi yang membahayakan tontonan orang dewasa. Ada aturan 100% kontennya berasal dari luar, tapi bisa dinikmati di Indonesia. Kedua, bisa terjadi kapan saja dan bisa ditonton kapan saja.Oleh karena itu, saat tayang di Indonesia , Harus ada persamaan dalam undang-undang. Katanya harus sama.

Pertanyaan lain, lanjut Yulandre Darwis, munculnya konten digital yang tidak terkontrol bisa membuat baru Media digital menarik perhatian masyarakat dan mempromosikan Indonesia di pentas dunia.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon