Terkait penyerahan domain aksara Jawa ke ICANN, PANDI masih menunggu restu dari pemerintah

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Indonesia akan memulai domain lengkap Proyek Manajemen Nama Domain Internet (PANDI) dalam bahasa Jawa. Ini pasti akan ditunda.

Ini karena pengajuan mereka masih memerlukan legalitas atau persetujuan pemerintah. Pasalnya, aksara Jawa merupakan bahasa resmi daerah Indonesia (negara dengan ragam bahasa daerah).

Yudho Giri Sucahyo, Presiden PANDI, menjelaskan bahwa untuk mendaftarkan aksara Jawa sebagai manajer domain di Internet Corporation untuk Nama dan Nomor yang Ditugaskan (ICANN), diperlukan surat dari pemerintah Indonesia. Yudo dalam siaran persnya kepada Tribunnews, Rabu, 29 April 2020 mengatakan: “Harus ada pernyataan resmi pemerintah yang menyatakan bahwa bahasa (Jawa) adalah bahasa komunikasi resmi di Indonesia. Ini harus diatasi.” – Yudho menjelaskan, saat ini Hanya nama domain hanacaraka.id yang bisa menggunakan huruf hanacaraka, dan akhirnya tetap menggunakan .id.

“Untuk itu, saat ini kami sedang bekerja keras untuk membuat nama domain hanacaraka (titik) hanacaraka”, ujarnya. Ini karena aksara jawa masih belum tersimpan di browser.

Yudho mencontohkan sebuah negara yang telah mendaftarkan domain internet dalam bahasa lokalnya, dengan abjad India. Itu deklarasi dan kerja sama pemerintah, “ujarnya.

Heru Nugroho, Wakil Ketua Panitia Pengembangan Usaha, Kerjasama dan Pemasaran PANDI mengatakan, pihaknya masih menerima administrasi dalam bentuk pernyataan pemerintah, mengakui bahasa Jawa adalah komunikasi resmi. Bahasa.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon